SALAH SIAPA?
“Sungguh
ironi”, hanya itu yang mungkin terucap
tatkala melihat gambar tersebut. Gambar berupa soal ujian Sekolah Dasar. Miris
memang, saat tulusnya kasih sayang seorang Ibu tidak dapat dimengerti oleh
anak. Pertanyaan pun perlahan muncul. Apakah kenyataannya seperti ini? Terus
siapa yang harus disalahkan?
Dewasa ini perkembangan jaman sudah sangat
pesat. Era globalisasi sudah sangat mengikat. Modernitas merajalela. Hingga hedonisme
dimana-mana. Tapi tidak pernah kita sadari kalau inilah awal dari permasalahan
pada gambar di atas. Kini perempuan memiliki hak untuk berkarir. Menggapai segala
impian yang dia miliki. Hingga mereka lupa akan suatu hal. Hal tersebut yaitu
kodratnya sebagai Ibu. Sebuah jabatan paling mulia bagi seorang perempuan. Memunculkan
kasih sayang yang tulus bagi seorang anak.
Namun
kenyataan berkata lain. Kini perempuan telah terbawa arus globalisasi. Hingga jabatan
karir pun bisa jadi lebih penting dari jabatan sebagai Ibu. Dan gambar di atas
menjadi pembuktiannya. Seorang anak tidak bisa disalahkan jika ia memilih
jawaban pembantu. Saat berada di rumah, pembantu lah yang selalu ada buat seorang
anak. Mungkin karena Ibunya terbawa arus globalisasi tadi. Pembantu juga tidak
salah. Karena pembantu hanya bertugas dalam pekerjaannya.
Sudah saatnya untuk berubah. Jangan sampai kejadian seperti itu terulang kembali!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar